Saat ini kerja sama untuk layanan QRIS Tap berbasis NFC sudah dikembangkan, misalnya antara Artajasa dengan BNI, Bank Permata, Dana, hingga Gopay. Untuk saat ini layanan terbatas hanya pada perangkat Android yang dilengkapi NFC.
Jika ditelaah, penggunaan QRIS Tap merupakan perpaduan e-money dengan QRIS di smartphone. Dalam melakukan pembayaran, smartphone yang memiliki fitur NFC, hanya perlu didekatkan ke reader pembayaran.
Berbeda dengan pembayaran QRIS pada umumnya yang lekat dengan penggunaan barcode, QRIS Tap tidak perlu menggunakan barcode apapun. Fitur ini nantinya akan terhubung dengan aplikasi digital perbankan atau financial technology (fintech) di smartphone masing-masing.
Metode pembayaran QRIS Tap nantinya bisa digunakan untuk kendaraan umum seperti Transjakarta, MRT, KAI Commuter Line, dan sebagainya. Selain itu, diharapkan juga pemakaiannya bisa semakin luas dan menyasar masyarakat umum, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sementara, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono menuturkan, QRIS Tap lebih efisien dalam hal kecepatan pembayaran, khususnya yang berkaitan dengan transportasi massal. Pasalnya, pengguna jasa tinggal menempelkan ponselnya ke alat pembayaran tanpa meminta kode tertentu.