Reli saham Tesla pada minggu ini terjadi di tengah meningkatnya optimisme terkait perdagangan saham mobil listrik tersebut. Analis di perusahaan investasi Stifel menaikkan target harga untuk Tesla menjadi 411 dolar AS dari 287 dolar AS. Angka ini merupakan yang tertinggi dari seluruh target harga analis Wall Street yang dilacak oleh FactSet.
Analis Stifel Stephen Gengaro menyebut, harga saham Tesla telah melonjak lebih dari 47 persen sejak 5 November 2024 atau satu hari sebelum hari pemilihan presiden AS.
"Hubungan dan keterlibatan Musk dengan pemerintahan presiden terpilih menjadi pertanda baik bagi Tesla," tulis Gengaro dikutip, Jumat (6/12/2024).
Selain itu, dia menilai kini Tesla berada di jalur yang tepat untuk mendapatkan persetujuan regulasi untuk program mengemudi otonom dan semi-otonom full self-driving milik Tesla dan robotaxi self-driving.
Terlepas dari optimisme Stifel, perusahaan investasi tersebut mengatakan harga saham Tesla dinilai terlalu tinggi jika Tesla dilihat sebagai perusahaan mobil.