Luhut Minta Boeing Buka Kantor dan Pabrik di Indonesia

Rahmat Fiansyah
Boeing New 737 (Foto: Boeing)

“Dalam industri global seperti kedirgantaraan, peluang dari mata rantai produksi ditentukan oleh kebutuhan produksi Boeing sekaligus kemampuan dan daya saing industri,” katanya.

Permintaan Luhut tersebut juga disampaikan dalam pertemuannya dengan Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross di Negeri Paman Sam tersebut pada awal tahun ini. Luhut mengatakan, Boeing bisa memberikan pekerjaan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Dirgantara Indonesia (Persero), yang memiliki spesialisasi dalam merakit pesawat. Dengan begitu, Dirgantara bisa merakit komponen pesawat Boeing sehingga tidak hanya dijual di pasar lokal, tapi juga kepada Jepang dan Korea Selatan.

“AS sebaiknya tidak hanya bicara soal neraca perdagangan mereka. Kami tidak ingin berbicara tentang satu pihak kepentingan, tapi kepentingan kedua belah pihak,” kata Luhut merujuk pada pernyataan Presiden AS, Donald Trump soal neraca perdagangan AS yang mengalami defisit dengan Indonesia.

Selain itu, kata Luhut, Indonesia saat ini juga tengah mempertimbangkan untuk memesan pesawat militer A400M dari rival bisnis Boeing yang berbasis di Belanda, Airbus untuk menggantikan pesawat C130S yang diproduksi Lockheed Martin asal AS.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Nasional
1 bulan lalu

Perluas Wawasan Industri Mahasiswa, MNC University Company Visit ke McDonald’s

Bisnis
1 bulan lalu

Deretan Miliarder Muda yang Sukses Rintis Bisnis dari Nol

Internasional
3 bulan lalu

Boeing Dihukum Bayar Rp599 Miliar ke Keluarga Korban Kecelakaan 737 MAX

Nasional
3 bulan lalu

Prabowo Resmikan Pabrik Lotte Chemical Indonesia: Salah Satu Prestasi Jokowi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal