"Inovasi ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi nasabah dalam bertransaksi di luar negeri. Melalui pengembangan fitur ini, kami ingin memastikan nasabah dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan nyaman di berbagai destinasi internasional. Kehadiran QR Antar Negara di Korea Selatan juga memperluas akses penggunaan QRIS, sehingga kebutuhan transaksi harian seperti kuliner dan belanja dapat dilakukan secara praktis,” ujar Yanto dalam keterangan resminya, Rabu (8/4/2026).
Selain kemudahan pembayaran, Livin’ by Mandiri juga menghadirkan fleksibilitas sumber dana, mulai dari rekening tabungan hingga kartu kredit Mandiri. Hal ini memberikan kontrol lebih bagi nasabah dalam mengelola keuangan selama berada di luar negeri, sekaligus menciptakan nilai tumbuh kepada masyarakat melalui peningkatan inklusi dan literasi keuangan digital.
Untuk melengkapi kebutuhan finansial, bank berlogo pita emas ini turut menyediakan layanan pembukaan rekening multicurrency dalam mata uang won (KRW) yang dapat terhubung dengan Mandiri Debit. Nasabah dapat melakukan tarik tunai di ATM berlogo Visa di seluruh Korea Selatan tanpa konversi kurs, menjadikan solusi ini semakin komprehensif.
Hingga Februari 2026, Livin’ by Mandiri mencatatkan kinerja yang solid dengan lebih dari 38,5 juta pengguna dan total nilai transaksi mencapai Rp802 triliun. Adopsi QRIS pun terus meningkat, tercermin dari pengguna fitur QR Bayar yang mencapai 9,2 juta atau tumbuh 23 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi naik 43 persen menjadi Rp38,9 triliun.
Sementara itu, layanan QR Antar Negara menunjukkan pertumbuhan yang lebih agresif, dengan jumlah pengguna meningkat 23 persen YoY menjadi 13 ribu dan nilai transaksi melonjak 52 persen YoY hingga Rp37,4 miliar. Hal ini mencerminkan tingginya kebutuhan akan solusi pembayaran lintas negara yang praktis dan terintegrasi.
Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas jangkauan QR Antar Negara ke berbagai destinasi internasional lainnya sebagai bagian dari komitmen menghadirkan inovasi digital yang adaptif dan relevan. Langkah ini sekaligus memperkuat kontribusi perseroan dalam mendorong akselerasi ekonomi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.