Konglomerat China Kehilangan Rp748 Triliun dalam Sehari, Terbesar Raja Air Kemasan

Suparjo Ramalan
Konglomerat China kehilangan Rp748 triliun dalam sehari, terbesar raja air kemasan.

Penurunan saham China pada Senin kemarin terjadi setelah pejabat Amerika Serikat (AS) menjelaskan Rusia meminta China untuk membantu perang di Ukraina, sehingga mengangkat masalah atas reaksi terhadap perusahaan China, bahkan kemungkinan sanksi. Indeks China Enterprises yang diperdagangkan di Hong Kong merosot paling dalam sejak November 2008, sementara Indeks Hold Sang Tech jatuh 11 persen, merupakan koreksi terburuk sejak IPO.

Penurunan saham itu membebani 78 miliarder China di antara 500 orang terkaya di dunia dengan kumulatif 52,1 miliar dolar AS. Sementara Zhang Yiming dari ByteDance Ltd adalah orang terkaya berikutnya di negara itu, dengan kekayaan 44,5 miliar dolar AS atau Rp639,1 triliun.

Jack Ma, yang merupakan orang terkaya di China sebelum Pony Ma mengunggulinya, sekarang berada di peringkat ke-4 dengan kekayaan senilai 34,3 miliar dolar AS atau Rp492,6 triliun. Kekayaannya melampaui 60 miliar dolar AS pada akhir 2020, tepat sebelum pemerintah China memulai kampanye antimonopoli, menghentikan IPO anak usahanya, Ant Team Co.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Nasional
4 hari lalu

Tersangka Kasus Suap, Eks Direktur Penyidikan Bea Cukai Rizal Punya Harta Rp19,73 Miliar

Internasional
5 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal