Kisah Sukses Pendiri Brand YSL, Desainer Berpengaruh di Abad 21

Anggie Ariesta
Yves Saint Laurent. (Foto: istimewa)

Di sini “Tom Ford” lah yang akan mendesain untuk Mode ‘Ready To Wear” (Pakaian Siap Pakai) dan Yves Saint-Laurent akan tetap merancang berbagai mode Haute Couture-nya.

Pada Januari 2002, Yves Saint Laurent ikut berpartisipasi dan acara final peragaan adibusana bagi dirinya dan hingga akhirnya mengumumkan untuk pensiun di Marakes, Maroko pada tahun yang sama.

Pada tahun 2007, Yves Saint Laurent secara khusus ditunjuk untuk memperoleh gelar kehormatan atas jasa-jasanya sebagai perancang busana modern internasional oleh Presiden Prancis saat itu, “Nicolas Sarkozy”. 

Dua tahun kemudian, koleksi seni yang ia kumpulkan Bersama Pierre Berge (Partner Bisnisnya) dilelang di Paris seharga 260 juta dolar AS, sebuah rekor harga tertinggi untuk koleksi pribadi.

Perjalanan karier Yves Saint Laurent di dunia mode berakhir saat dia meninggal dunia karena terkena penyakit kanker otak di Usia 71 tahun pada tanggal 1 Juni 2008. 

Demikian kisah pendiri brand YSL. Meski telah tiada, karya dan rumah modenya masih bertahan dan menjadi salah satu brand terkenal di dunia.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

IFW 2026 Jadikan Ulos Sumatera Utara Bintang Utama, Warisan Batak Semakin Mendunia!

57 tahun lalu

Logo HUT ke-81 RI Resmi Terpilih, Karya Desainer asal Padang Jadi Juara

57 tahun lalu

Pramono Siapkan Parade 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top Sambut 5 Abad Jakarta

57 tahun lalu

Big Menswear Naik Kelas! Cargo Pants Jadi Simbol Fashion Pria yang Lebih Inklusif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal