Kisah Sukses Pendiri Blue Bird, Memulai Bisnis Taksi dari 2 Mobil Sedan Kini Punya 20.000 Armada

Dinar Fitra Maghiszha
Mutiara Siti Fatimah Djokosoetono, pendiri taksi Blue Bird. (Foto: Istimewa)

Saat suaminya meninggal pada 1965, Mutiara memutuskan untuk membeli bemo (sejenis angkot) dari Departemen Perindustrian dan menyerahkannya kepada kedua putranya untuk melayani di rute Harmoni-Kota. 

Seiring waktu berjalan, keluarga Djokosoetono mendapat hadiah dari PTIK dan AHM berupa dua mobil sedan, Opel dan Mercedes. Dari dua mobil sedan inilah, Mutiara memulai bisnis taksi

Mutiara meminta kedua putranya untuk menerapkan konsep pemesanan taksi via telepon. Tak malu-malu, di awal percobaan bisnis, kedua putranya pun ikut menyetir mobil mengantarkan penumpang.

Karena putra pertamanya, Chandra, kerapkali melayani panggilan layanan taksi, Mutiara kemudian mendirikan perusahaan taksi dengan nama Chandra Taksi, yang menerapkan konsep tarif per meter. 

Bisnis taksi Mutiara sempat menghadapi kendala perizinan karena hanya memiliki 60 unit. Sementara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mensyaratkan perusahaan taksi harus memiliki minimal 100 unit. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jadi Tersangka, Sopir Taksi Green SM Pemicu Tabrakan KA di Bekasi Tak Ditahan

57 tahun lalu

Terungkap! Taksi Online yang Tertabrak KRL di Bekasi Timur Belum Diservis hingga 24.000 Km

57 tahun lalu

Polisi Usut Penyebab Taksi Green SM Mogok di Pelintasan Pemicu Kecelakaan Kereta Bekasi

57 tahun lalu

Kemenhub Ancam Bekukan Izin Taksi Green SM buntut Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal