Melihat permintaan yang kian ramai, Indra memutuskan untuk menyewa tempat untuk pertama kalinya. Seiring waktu berjalan, bisnisnya tumbuh, dia berani untuk membuka sejumlah cabang. Tapi suatu hal pun terjadi.
"Usaha lagi bagus-bagusnya, nafsu, sampai kita buka cabang ke-7, gak sampai setahun, akhirnya bangkrut semuanya," ucapnya.
Kebangkrutan menyisakan sejumlah derita lantaran terdapat tumpukan utang di sejumlah lembaga perbankan. Dirinya sempat merasakan trauma untuk tidak lagi berkecimpung dalam bisnis bola daging itu.
Tagihan utang ratusan juta ditambah tak ada sepeserpun pemasukan membuat Indra membanting stir menjadi driver ojek online. Satu dua permintaan ojol dia tekuni demi mengembalikan pinjaman yang tertumpuk.
"Utang masih banyak di bank, saya merasa udah titik terendah, usaha sudah gak ada, gak kerja, gak ada penghasilan, sementara debt collector terus nagih," tuturnya.