Berkat kemahirannya di bidang olahraga, dia mendapatkan beasiswa di Northen Michigan University dan lulus sebagai sarjana komunikasi pada 1975.
Setelah lulus kuliah, Schultz bekerja sebagai sales di Xerox Corporation. Kemudian, pada 1979 dia bekerja di bidang manajemen pada sebuah perusahaan manufaktur, produsen kopi asal Swedia bernama Hammarplast.
Saat bekerja di Hammarplast, dia mencermati ada sebuah kedai kopi di Seattle yang selalu membeli mesin kopi pembuat espresso di kantornya, kedai kopi tersebut bernama Starbucks.
Starbucks didirikan pada tahun 1971 dengan menjual minuman hangat seperti kopi, teh, bumbu, hingga aksesoris kopi. Ketika Schultz bertemu dengan founder dari Starbucks dia terpikat karena semangatnya dalam membuat kopi yang nikmat.
"Saya tahu bahwa bisnis ini akan sangat hoki. Saya tidak tahu alasannya mengapa. Tapi saya tahu bahwa saya berada ditempat yang istimewa," kata Schultz.