Kadin Ungkap Dampak Tarif Resiprokal Trump ke Indonesia, Singgung Surplus Rp281 Triliun

Rizky Agustian
Penerapan tarif masuk 32 persen bagi produk Indonesia oleh Donald Trump akan berdampak besar bagi perekonomian Tanah Air (Foto: AP)

JAKARTA iNews.id - Penerapan tarif masuk 32 persen bagi produk Indonesia oleh Presiden AS Donald Trump akan berdampak besar bagi perekonomian Tanah Air. Untuk itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merespons kebijakan perang tarif Trump ini dengan sangat serius. 

Pemerintah juga telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak terburuk dari penerapan tarif resiprokal yang berlaku mulai 9 April tersebut.

Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan pihaknya mendukung keputusan pemerintah untuk mempersiapkan berbagai langkah strategis menghadapi penerapan tarif resiprokal, termasuk melakukan negosiasi dengan Pemerintah AS. 

"Komunikasi yang intens dengan Pemerintah AS di berbagai tingkatan, termasuk mengirimkan delegasi tingkat tinggi ke Washington DC untuk melakukan negosiasi langsung dengan Pemerintah AS adalah langkah yang tepat," ujarnya, melalui keterangan tertulis, Jumat (4/4/2025).

Sementara itu Kadin Indonesia akan menggunakan jalur hubungan dengan Kamar Dagang Amerika Serikat (US Chamber of Commerce) yang sudah terjalin baik.

Kadin, lanjut Anindya Bakrie, juga sudah mengantisipasi rencana penerapan tarif ini melalui kerja sama dengan Kadin AS.

"Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto di November 2024, Kadin Indonesia bertemu dengan US Chamber of Commerce untuk mengantisipasi kebijakan ekonomi Presidenan Trump yang ke-2 dan mulai membangun fondasi B2B sebagai mitra sejawatnya," ujarnya.

Dampak bagi Indonesia

Menurut Anindya, dampak signifikan akan dirasakan Indonesia jika AS menindaklanjuti tarif impor 32 persen, termasuk terhadap neraca pembayaran, khususnya neraca perdagangan dan arus investasi.

"AS merupakan pemasok valuta asing terbesar, yang menyumbang surplus perdagangan sebesar 16,8 miliar dolar AS (sekitar Rp281,2 triliun/kurs saat ini) pada 2024. Mitra dagang bilateral terbesar Indonesia pada tahun 2024 adalah AS. Hampir semua ekspor komoditas utama Indonesia ke AS meningkat pada 2024," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Trump dan Negara Eropa Kutuk Rencana Israel Caplok Tepi Barat

Nasional
1 hari lalu

Prabowo Diundang Rapat Perdana Dewan Perdamaian Gaza di AS, bakal Hadir?

Internasional
3 hari lalu

Posting-an Video Barack Obama Bertubuh Monyet, Trump: Bukan Salah Saya!

Internasional
3 hari lalu

Trump Puas Negosiasi Nuklir dengan Iran: Mereka Siap Capai Kesepakatan!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal