Jokowi Minta Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Beroperasi di IKN

Raka Dwi Novianto
ilustrasi kendaraan listrik (ist)

"Di Nusantara belum diukur, kalian mau nunggu-nunggu, belum diukur. Tetapi saya meyakini pasti sekitar 20-an (indeks kualitas udara). Apalagi nanti kalau sudah kendaraan-kendaraan yang combustion sudah nggak boleh yang diperbolehkan hanya electric vehicle akan 0. Karena penggunaan energi di sini juga yang diperbolehkan adalah energi Hijau. Inilah konsep Nusantara ke depan," tutur dia.

Sementara itu, Jokowi kembali menekankan bahwa investasi di IKN adalah membeli masa depan. Pembangunan gedung Bank BTN merupakan keputusan yang tepat.

"Karena memang akan banyak sekali dibutuhkan pembiayaan untuk investasi di properti di ibu kota Nusantara ini," kata Jokowi.

Jokowi juga menyebut bahwa pembangunan gedung Bank BTN melengkapi kehadiran bank-bank BUMN yang sebelumnya telah melakukan peletakan batu pertama.

"Untuk Himbara BTN memang sedikit terlambat tapi gapapa kepala Dirut. Yang paling penting bahwa tranformasi ekonomi yang kita inginkan dari pembangunan di Ibu Kota Nusantara betul-betul akan kita capai sesuai dengan target waktu yang telah kita tentukan," ungkapnya.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejar Target Ibu Kota 2028, Otorita Minta Tambahan Dana Rp15,5 Triliun untuk Pembangunan IKN

57 tahun lalu

Kejar Daya Tempuh Jauh, Pabrikan Otomotif Berlomba Kembangkan Motor Listrik Pintar

57 tahun lalu

Purbaya Tunda Pemberian Insentif Kendaraan Listrik, Ada Apa?

57 tahun lalu

BMKG Pasang Alat Penyemai Uap Air di Sejumlah Gedung Jakarta, Cegah Polusi Udara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal