Joe Biden Larang Investasi di 59 Perusahaan Teknologi dan Militer China

Aditya Pratama
Presiden AS Joe Biden

Daftar baru ini memberikan beberapa kejutan bagi investor yang ingin melihat apakah mereka perlu melepas lebih banyak saham dan obligasi China. Namun beberapa perusahaan yang telah diidentifikasi sebelumnya, seperti Commercial Aircraft Corp of China (COMAC), yang mempelopori upaya China untuk bersaing dengan Boeing Co dan Airbus (AIR.PA), serta dua perusahaan yang telah menantang larangan di pengadilan, Gowin Semiconductor Corp dan Luokung Technology Corp (LKCO.O) tidak disertakan.

Pada Mei lalu, seorang hakim menandatangani perintah untuk menghapus penunjukan produsen ponsel China Xiaomi, yang menjadi target pemerintahan Trump karena dugaan hubungan dengan militer China.

Sementara itu, langkah ini merupakan bagian dari serangkaian langkah Biden yang lebih luas untuk melawan China, termasuk memperkuat aliansi AS dan mengejar investasi domestik yang lebih besar untuk meningkatkan daya saing ekonomi Amerika, di tengah hubungan yang semakin memburuk antara dua ekonomi terbesar dunia.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

57 tahun lalu

Menhut Tawarkan Skema Investasi Konservasi Alam di Forum Internasional

57 tahun lalu

Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal