Penerbangan internasional Jetstar Airways dari dan menuju Australia juga akan tetap berjalan seperti biasa.
Jetstar Asia menjelaskan bahwa keputusan untuk menghentikan layanan muncul akibat peningkatan signifikan dalam berbagai biaya seperti layanan pemasok, bandara, dan operasional penerbangan selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, meningkatnya kapasitas dan persaingan di kawasan Asia turut menambah tekanan.
Sebelum diputuskan untuk ditutup, maskapai ini diperkirakan akan merugi sebesar A$35 juta (S$29,3 juta) atau sekitar Rp370 miliar.