Dia memulai usaha budidaya ikan dengan modal sekitar Rp2 juta untuk sewa lahan. Pasalnya, pada saat itu dia tidak mempunyai lahan sendiri untuk membuat kolam tempat budi daya ikan.
Dalam menjalankan usahanya, Rifqi belajar secara autodidak melalui platform YouTube. Dia mengaku, hingga saat ini masih belajar untuk mengelola bisnisnya agar lebih maju lagi.
Namun, kesuksesannya tidak dia raih begitu saja. Rifqi sempat mengalami gagal panen benih selama empat siklus. Hal tersebut membuatnya belajar dengan menyiasati dua siklus budi daya ikan hingga akhirnya seluruhnya bisa terkontrol.
Tak hanya itu, dia juga menemui tantangan lain saat menjalankan bisnisnya, seperti hama dan kejahilan dari orang lain. Salah satu yang pernah dialaminya adalah pada saat usia ikan satu bulan, ada orang yang membuka saluran air sehingga menyebabkan air surut dan banyak ikan yang mati.
Adapun usaha yang dijalani Rifqi adalah budi daya ikan nila kekar asal Pasuruan. Ikan nila kekar memiliki bentuk tubuh lebih besar, serta daya tahan tubuh yang lebih kuat.