Nusa Tenggara Barat mencatatkan investasi Rp35,4 triliun yang seluruhnya untuk komoditas tembaga, sedangkan Riau berkontribusi Rp29,9 triliun, dengan 78,8 persen dialokasikan untuk hilirisasi CPO.
Adapun hilirisasi pulp and paper berpusat di Jawa Barat dengan realisasi mencapai Rp28,7 triliun.