JAKARTA, iNews.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, atau (GIAA) tengah berada dalam kesulitan keuangan akibat kinerja operasional yang memburuk selama pandemi Covid-19. Krisis keuangan Garuda juga diperparah oleh utang yang menyentuh angka Rp70 triliun.
Pemegang saham dan manajemen maskapai pelat merah itu memang sudah merumuskan dan mengimplementasikan sejumlah langkah dan kebijakan strategis untuk menekan kerugian emiten agar tidak terlalu dalam. Namun, hingga saat ini Garuda belum bisa bernafas lega. Beban keuangan masih menjadi pekerjaan besar untuk diselesaikan.
MNC Portal Indonesia pun merangkum sejumlah fakta perihal stimulus dari pemerintah dan upaya manajemen menangani kerugian maskapai penerbangan nasional tersebut.
Berikut ini adalah lima fakta upaya penyelamatan Garuda Indonesia:
1. Pensiun Dini
Manajemen menawarkan program pensiun dini kepada karyawan Garuda Indonesia.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut, pandemi Covid-19 mengharuskan perusahaan melakukan langkah penyesuaian aspek supply dan demand saat penurunan kinerja operasi imbas penurunan trafik penerbangan yang terjadi secara signifikan.