Imbas Sanksi Barat, Marriott Bakal Hengkang dari Rusia setelah 25 Tahun Beroperasi

Aditya Pratama
Jaringan hotel Marriott mengumumkan akan meninggalkan Rusia setelah 25 tahun beroperasi di negara itu. (Foto: Reuters)

Marriott bergabung dengan McDonald's, Starbucks, dan perusahaan lain menuju pintu keluar dalam beberapa pekan terakhir saat perang di Ukraina berlanjut dan sanksi Barat yang bertujuan mengisolasi Rusia secara ekonomi semakin ketat.

Kemarahan publik atas invasi Rusia juga memberi tekanan pada merek-merek Barat untuk menjauhkan diri. Merek hotel menarik perhatian karena termasuk yang paling lambat merespons.

"Proses untuk menangguhkan operasi di pasar tempat Marriott telah beroperasi selama 25 tahun itu rumit," kata perusahaan dalam sebuah pernyataan.

Marriott tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang keluarnya mereka dari Rusia.

Sebelumnya, aset produsen mobil asal Prancis, Renault di Rusia dinasionalisasi, sementara McDonald's menjual restorannya yang di antaranya banyak dimiliki langsung oleh perusahaan kepada pemegang waralaba yang sudah ada.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

AHY Pimpin Konsultasi Bilateral, RI-Rusia Siap Perkuat Kerja Sama Perkapalan dan Sektor Maritim

57 tahun lalu

Kecam Israel, Rusia: Lebanon Akan Mengalami Nasib yang Sama seperti Gaza

57 tahun lalu

AHY Temui Diaspora di Rusia, Ajak Kolaborasi Dukung Program Pembangunan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal