Harga Saham Perusahaan Melesat, Kekayaan Gautam Adani Melonjak Rp171 Triliun

Aditya Pratama
Kekayaan miliarder India Gautam Adani melonjak hampir 11 miliar dolar AS atau setara Rp171 triliun setelah harga saham semua perusahaan Adani Group melesat. (Foto: Reuters)

Meskipun kelompok tersebut membantah keras melakukan kesalahan, tuduhan yang memberatkan tersebut membuat saham perusahaan anjlok dan menghapus miliaran dolar dari kekayaan bersih Adani hingga menyusut menjadi 98 miliar dolar AS dalam tiga hari dari sebelumnya 126 miliar dolar AS, sebelum jatuh lebih jauh. 

Menanggapi tuduhan tersebut, Mahkamah Agung India mengarahkan Securities and Exchange Board of India (SEBI), regulator pasar saham untuk melakukan penyelidikan.

Pada bulan November, Mahkamah Agung mengakhiri sidang atas beberapa petisi yang diajukan mengenai konflik Adani-Hindenburg. Investor mengambil isyarat positif dari arahan pengadilan kepada SEBI untuk menyimpulkan penyelidikan dan pengamatan Ketua Mahkamah Agung India bahwa laporan Hindenburg tidak dapat dianggap kredibel.

Adapun, pengadilan mengacu pada laporan media pada bulan Agustus tentang penyelidikan baru, yang mengungkap dugaan hubungan dekat antara investor luar negeri dan keluarga Adani.

Meskipun kekayaannya meningkat secara besar-besaran pada minggu ini, Adani masih tetap menjadi orang terkaya kedua di India setelah Ketua Reliance Industries, Mukesh Ambani dengan kekayaan bersih 94,9 miliar dolar AS. 

Kapitalisasi pasar Adani Group kini mencapai 166 miliar dolar AS, masih lebih rendah 30 persen dari puncaknya sebelum adanya tuduhan short-seller dari Hindenburg Research.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pendiri SoftBank Masayoshi Son Jadi Orang Terkaya di Asia, Hartanya Tembus Rp1.750 Triliun

57 tahun lalu

David Beckham Masuk Jajaran Orang Terkaya di Dunia, Hartanya Tembus Rp17,8 Triliun

57 tahun lalu

Miliarder Ini Simpan 98 Persen Kekayaan di Emas dan Perak, Hartanya Tembus Rp58 Triliun

57 tahun lalu

Kekayaan 5 Miliarder Ini Anjlok Rp617 Triliun Imbas Perang di Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal