Sementara, stok bensin AS naik 5,4 juta barel pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi (EIA), lebih dari lima kali lipat kenaikan 1 juta barel yang diperkirakan para analis. Harga bensin berjangka AS anjlok ke level terendah dalam dua tahun terakhir.
"Meskipun saat itu bukan musim puncak bensin, permintaan selama liburan panjang Thanksgiving akhir pekan lesu," ucap mitra Again Capital LLC, John Kilduff.
Permintaan bensin minggu lalu tertinggal dari rata-rata musiman 10 tahun sebesar 2,5 persen.
Dolar AS juga menyentuh level tertingginya dalam dua minggu, yang menekan permintaan dengan membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah AS tidak banyak mendukung harga. Persediaan minyak mentah turun 4,6 juta barel, jauh melebihi penurunan 1,4 juta barel yang diperkirakan para analis.