Harga Minyak Mentah Diprediksi Melemah usai Serangan Terbaru Israel ke Iran

Aditya Pratama
Harga minyak mentah diprediksi melemah pada pekan ini setelah serangan balasan Israel ke Iran tidak menyasar infrastruktur minyak dan nuklir. (Foto: Freepik)

Sementara, Analis Pasar IG di Sydney, Tony Sycamore menyebut serangan Israel yang tidak menyasar infrastruktur minyak dan laporan bahwa Iran tidak akan menanggapi serangan itu menghilangkan unsur ketidakpastian di pasar. 

"Sangat mungkin kita melihat reaksi seperti 'beli rumor, jual fakta' ketika pasar berjangka minyak mentah dibuka kembali besok," ucapnya.

Analis komoditas UBS Giovanni Staunovo juga memperkirakan harga minyak akan tertekan pada hari Senin karena respons Israel terhadap serangan Iran tampaknya terbatas.

"Namun, saya perkirakan reaksi penurunan tersebut hanya bersifat sementara, karena saya yakin pasar tidak memperhitungkan premi risiko yang besar," tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Pagi Ini, Terendah Sepanjang Sejarah

57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Bergerak Menuju Rp17.800 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

57 tahun lalu

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Pekan Depan, Berpotensi Sentuh Rp17.850 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal