Harga Minyak Mentah Bergejolak Pascaserangan Udara Rusia ke Perbatasan Ukraina

Dinar Fitra Maghiszha
Pipa minyak Druzhba antara Hungaria dan Rusia di Kilang Danube Grup MOL Hungaria. (Foto: Reuters)

Kabar juga menyebut adanya serangan rudal dari armada Rusia yang menyasar ke Polandia dan diterangkan telah menewaskan dua orang di dekat perbatasan dengan Ukraina. 

Eskalasi militer membuat harga minyak menjadi lebih tinggi karena kekhawatiran terhadap pasokan mencuat. 
Hal itu ditambah kebijakan Uni Eropa yang mengembargo minyak Rusia akan mulai berlaku pada 5 Desember mendatang.

Artinya, sebanyak 1,4 juta barel per hari akan lenyap di pasar internasional, sebagaimana diungkap Badan Energi Internasional, dilansir Reuters, Rabu (16/11).

Faktor yang ikut mengerek harga minyak juga datang dari Amerika Serikat, yang baru mengumumkan kenaikan harga produsen, kendati masih lebih rendah dari yang diharapkan. Diketahui, indeks harga produsen (PPI) periode Oktober naik 8 persen yoy, lebih rendah dari bulan September sebanyak 8,5 persen.

Stok minyak mentah AS dikabarkan juga turun sekitar 5,8 juta barel per 11 November, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada Selasa. Persediaan bensin naik sekitar 1,7 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 850.000 barel.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik usai AS Serang Iran, Pasokan Makin Ketat

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Melonjak usai Iran Serang Israel, Brent Tembus 95 Dolar AS per Barel

57 tahun lalu

Zelensky Kirim Surat ke Putin, Ajak Bertemu 4 Mata Bahas Perang

57 tahun lalu

Rupiah Sentuh Rp18.000 per Dolar AS Pagi Ini, Terendah Sepanjang Sejarah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal