Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen usai OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Global

Aditya Pratama
Harga minyak mentah anjlok 2 persen pada penutupan hari Senin setelah OPEC kembali menurunkan prospek permintaan minyak global tahun 2024 dan 2025. (Foto: AP)

Data menunjukkan impor minyak mentah China untuk sembilan bulan pertama tahun ini turun hampir 3 persen dari tahun lalu menjadi 10,99 juta bph.

Penurunan permintaan minyak disebabkan oleh meningkatnya adopsi kendaraan listrik serta melambatnya pertumbuhan ekonomi setelah pandemi Covid-19. Selain itu, tekanan deflasi China juga memburuk pada bulan September. 

Adapun berita negatif dari China mengalahkan kekhawatiran pasar atas kemungkinan yang masih ada bahwa Israel akan melakukan serangan balasan kepada Iran yang dapat mengganggu produksi minyak.

"Meskipun serangan Israel ke Iran kemungkinan akan terjadi, langkah-langkah penguatan terbaru oleh militer Amerika Serikat mungkin telah menenangkan tanggapan di kedua belah pihak," ucap Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, Dennis Kissler. 

Washington secara pribadi telah mendesak Israel untuk tidak membalas serangan tersebut guna menghindari pemicu perang yang lebih luas di Timur Tengah. Presiden AS Joe Biden secara terbuka menentang terhadap serangan Israel terhadap situs nuklir Iran dan kekhawatirannya tentang serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

Dolar juga mencapai titik tertinggi sembilan minggu pada hari Senin. Mata uang AS yang lebih kuat dapat merugikan permintaan minyak berdenominasi dolar dari pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok ke Level Terendah dalam 3 Bulan usai Kesepakatan Damai AS-Iran

57 tahun lalu

Harga Minyak Dunia Terjun Bebas, Brent Sentuh 82,84 Dolar AS per Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal