JP Morgan juga memproyeksikan harga masih berada di kisaran 70-an dolar AS per barel, karena kelebihan persediaan global, hingga bertambahnya hambatan pertumbuhan ekonomi.
Risalah pertemuan Federal Reserve yang mengisyaratkan sikap hawkish mereka juga dipandang JP Morgan masih menjadi 'batu kerikil' kenaikan harga minyak.
"Ada kelebihan persediaan gelap, diperburuk oleh membanjirnya minyak Rusia, meski berhasil diatasi," tuturnya.