Harga Minyak Bervariasi, Brent Naik Hampir 1 Persen

Ranto Rajagukguk
Harga minyak bervariasi. (Foto: Reuters)

NEW YORK, iNews.id - Harga minyak bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (17/4/2020). Pasalnya, data ekonomi China yang lemah dan peningkatan persediaan minyak mentah AS mengimbangi bullish yang dibangun atas rencana Presiden AS Donald Trump untuk membuka kembali ekonominya dari penutupan virus corona.

Minyak mentah berjangka AS mencapai tingkat terendah dalam lebih dari 18 tahun, memperpanjang kerugian mereka dibandingkan dengan patokan global Brent, sebagian karena berakhirnya kontrak Mei mendatang.

Namun, kontrak berjangka bulan berikutnya juga turun karena tempat penyimpanan negara itu cepat terisi, serta para produsen dan pedagang memperkirakan penurunan produksi dalam beberapa bulan mendatang.

Harga minyak tetap lemah bahkan setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lain akhir pekan lalu, mengumumkan kesepakatan untuk memangkas produksi hampir 10 juta barel per hari (bph) sebagai tanggapan terhadap permintaan yang lemah.

Minyak mentah berjangka Brent naik 26 sen atau 0,9 persen, menjadi menetap di 28,08 dolar AS per barel sementara kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk Juni, mengakhiri sesi turun 50 sen atau dua persen, menjadi 25,03 dolar AS.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
5 hari lalu

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan

7 hari lalu

Ngeri! Iran Tutup Bab Al Mandab, Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar per Barel

16 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

30 hari lalu

Harga Minyak Dunia Turun usai AS-Iran Capai Kemajuan Perundingan Damai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal