Harga Beras Melambung di Tengah Pasokan Melimpah, Ini Kata Kementan

Tangguh Yudha
ilustrasi harga beras melonjak di tengah pasokan yang melimpah. (foto: iNews.id)

Namun, ia menyoroti tingginya harga beras di wilayah Jabodetabek, terutama di Jakarta, yang tidak lagi disebabkan oleh hambatan logistik atau stok, melainkan oleh perilaku pasar di tingkat distribusi.

"Untuk pasar induk terbesar sebagai barometer beras di Indonesia itu PIBC (Pasar Induk Beras Cipinang). Coba harga beras di Cipinang dengan di Jakarta Selatan, Cipete, Cipulir atau Jakarta Timur, Jakarta Utara, disparitasnya berapa?" ujar Suwandi.

"Itu kalau ada selisih disparitas yang tinggi dari PIBC dengan yang lain, bukan lagi faktor hard system, seperti angkutan, stok, logistik, tetapi soft system. Kayaknya sudah perilaku pasar, ada momentum-momentum tertentu hit and run," lanjutnya.

Suwandi juga menekankan perlunya pendekatan langsung di pasar-pasar utama untuk mengatasi spekulasi harga, terutama di wilayah yang bukan terkendala infrastruktur distribusi. Menurutnya, dengan dilakukan kunjungan pasar, maka kenaikan harga beras diharapkan bisa ditekan.

“Beda dengan zona 3. Di sana memang tantangannya adalah pengangkutan, faktor fisik atau hard system. Tapi di wilayah lain, dominan karena faktor perdagangan,” ungkap dia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

Bulog Serap 3 Juta Ton Beras hingga Juni 2026, Sudah 75% dari Target

57 tahun lalu

Pemerintah Siapkan Dapur Susu untuk Pasok MBG, Modal di Bawah Rp5 Miliar

57 tahun lalu

BPS Ungkap Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Menurun hingga Juli 2026, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal