Harga Bawang Putih Makin Mahal, Pemerintah Dinilai Perlu Evaluasi Regulasi Impor

Advenia Elisabeth
Pemerintah dinilai perlu mengevaluasi regulasi impor bawang putih untuk memastikan efektivitas dan dampaknya terhadap kebutuhan komoditas tersebut di Tanah Air. (Foto: ilustrasi/Ant)

Selanjutnya, Kementerian Perdagangan disebut perlu meninjau kembali kebijakan hambatan non-tariff atau non-tariff measures (NTM), terutama pada importasi bawang putih. Kebijakan NTM yang tidak perlu akan membuat importasi menjadi terlambat dan berdampak pada harga jual yang lebih mahal. 

Adapun, biaya logistik merupakan salah satu penyumbang tingginya harga bahan pokok di dalam negeri. Pemerintah perlu memprioritaskan penurunan biaya logistik pada sektor pangan. 

“Kemendag, Kementan, dan Kemenperin perlu melonggarkan restriksi kuantitatif pada produk-produk pangan dan pertanian yang digunakan untuk produksi manufaktur makanan dan minuman,” ucapnya.

Hasran juga menyampaikan, bawang putih belum masuk dalam komoditas yang diatur dalam neraca komoditas. Sistem Neraca komoditas perlu terus dikembangkan oleh Kemenko Perekonomian agar dapat mencakup seluruh komoditas bahan pokok termasuk bawang putih. 

Dengan masuknya bawang putih ke dalam neraca Komoditas, persyaratan teknis dan administrasi dapat dipangkas, sehingga penerbitan persetujuan impor dapat dipercepat.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Laba Bank Mandiri Tumbuh 18,9% jadi Rp18,1 Triliun per April 2026

57 tahun lalu

Danantara Sumber Daya Indonesia Resmi Jadi BUMN, Siap Kelola Ekspor SDA

57 tahun lalu

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN di Hambalang

57 tahun lalu

Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin BUMN, 9 Bulan Digembleng di PFLP

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal