JAKARTA, iNews.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara berpeluang menyaingi Temasek, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Singapura dan Khazanah dari Malaysia. Pasalnya, pembentukan badan baru itu tidak hanya menggabungkan aset-aset perusahaan negara saja, melainkan menggaet permodalan atau kerja sama dengan investor global.
Adapun pemerintah saat ini masih menggodok Peraturan Pemerintah (PP) dan Peraturan Presiden (Perpres) yang menjadi landasan hukum pendirian Danantara.
Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Wihana Kirana Jaya menuturkan, Danantara merupakan lembaga yang melakukan pembaruan hingga 2045, sehingga persiapannya perlu dilakukan dari seluruh sisi.
Menurutnya, sisi positif pembentukan Danantara menciptakan peluang baru. Selain itu, akan terjadi fleksibilitas pada lembaga baru ini karena tidak akan banyak campur tangan politis di dalamnya.
"Artinya kalau di APBN diawasi, aset negara walaupun aset dipisahkan. Walaupun juga dibikin lagi satu entitas baru private sector yang kayak Khazanah dan Temasek itu sesuatu yang positif," ujar Wihana dalam sesi wawancara di Jakarta, Rabu (15/1/2025).