Adapun harga pelaksanaan saham baru hasil private placement ditetapkan sebesar Rp75 per lembar. Rencana ini bakal diusulkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 12 November 2025.
Manajemen GIAA menyebut, langkah ini menjadi bagian dari program restrukturisasi lanjutan yang bertujuan memperbaiki posisi keuangan.
Dana hasil transaksi, ujarnya, akan digunakan untuk mendukung kegiatan operasional dan memperkuat struktur modal perusahaan.
Rinciannya adalah sebesar 29 persen digunakan untuk modal kerja dan operasional GIAA. Kemudian 37 persen untuk peningkatan modal Citilink, 22 persen untuk ekspansi armada.
“Dan 12 persen untuk pembayaran utang bahan bakar Citilink kepada Pertamina periode 2019 hingga 2021,” tulis manajemen.