Fakta-fakta Elvira Nabiullina, Anak Sopir yang Menjadi Pejabat Andalan Presiden Putin

Jeanny Aipassa
Gubernur Bank Sentral Rusia, Elvira Nabiullina. (Foto: Reuters)

1. Tak Asing dengan Krisis Ekonomi

Elvira Nabiullina tidak asing dengan krisis ekonomi. Sejak mengambil alih posisi Gubernur Bank Sentral Rusia pada 2013, dia terbukti mampu menjaga ekonomi Rusia dari gempuran sanksi Barat akibat aneksasi yang dilakukan negara itu terhadap Krimea pada 2014. 

Ketika rubel Rusia anjlok terhadap dolar AS di tengah jatuhnya harga minyak dan sanksi Barat yang melumpuhkan pada 2014, Elvira Nabiullina menaikkan suku bunga menjadi 17,5 persen dan mengalihkan rubel menjadi mata uang yang mengambang bebas.

Kebijakan moneter konservatif yang diberlakukannya, membantu Rusia kembali ke pertumbuhan dan menurunkan inflasi, sekaligus membawanya memenangkan penghargaan global. Publikasi Barat, termasuk Euromoney dan The Banker, memujinya sebagai salah satu pembuat kebijakan moneter terbaik di dunia.

"Saya pikir Elvira Nabiullina adalah seorang teknokrat yang efektif, tetapi dia pada akhirnya masih menjadi bagian dari sistem Putin. Dan dalam sistem Putin, tugas seorang teknokrat bukanlah melakukan yang terbaik untuk rakyat Rusia, tetapi melakukan yang terbaik untuk sistem Putin," kata Maximilian Hess, pakar Rusia di Institut Penelitian Kebijakan Luar Negeri di London. 

2. Memberantas Korupsi di Sektor Perbankan

Elvira Nabiullina menentang keras tindakan korupsi yang hanya memperkaya pejabat dan menyengsarakan orang miskin. Dia dipuji karena tekad bajanya untuk memberantas korupsi di sektor perbankan Rusia. 
Ratusan lisensi perbankan ditarik, termasuk dari lembaga yang dianggap tidak tersentuh sampai saat itu. Akibatnya, hampir separuh bank di Rusia dilikuidasi dan jumlahnya menjadi sekitar 500. Tindakan tegasnya terhadap korupsi di perbankan membuatnya semakin mendapat kepercayaan dari Presiden Putin.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rusia Ungkap 4 Dokumen Strategis yang akan Diteken Putin-Prabowo Besok

57 tahun lalu

Bank Sentral Rusia Kerek Suku Bunga Jadi 16 Persen, Ini Alasannya

57 tahun lalu

Rusia Kerek Suku Bunga Jadi 15 Persen untuk Tekan Inflasi

57 tahun lalu

Bank Sentral Rusia Naikkan Suku Bunga Jadi 13 Persen Imbas Nilai Tukar Rubel Anjlok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal