“Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp13.000 triliun dalam lima tahun ke depan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi delapan persen sepertinya yang diinginkan Presiden Prabowo Subianto. Dengan realisasi investasi tersebut bisa menyerap tenaga kerja 3,4 juta. Pada 2025 ini kami mempunyai target investasi Rp1.900 triliun,” ujarnya.
Menurutnya, untuk mewujudkan capaian realisasi investasi hingga terpenuhi target pertumbuhan ekonomi delapan persen salah satunya melalui hilirisasi. Wamen Todotua menyebut Astacita Presiden Prabowo menempatkan hilirisasi sebagai salah satu langkah strategis untuk mendorong ekonomi berkelanjutan.
Hilirisasi diarahkan untuk meningkatkan kemandirian bangsa dengan memanfaatkan sumber daya alam, sehingga memberikan added value yang jauh lebih besar. Pihaknya telah menyusun peta jalan hilirisasi untuk komoditas strategis, seperti minyak bumi, gas bumi, pertanian, kehutanan, perkebunan, kelautan, nikel, mineral, hingga kendaraan listrik.
Peta jalan ini membuka potensi investasi senilai 618,1 miliar dolar AS yang diperkirakan mampu menciptakan lapangan kerja untuk lebih dari tiga juta orang, serta meningkatkan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) hingga 235,9 miliar dolar AS.
Selain itu, lanjutnya, BKPM juga telah menetapkan sembilan program quick wins untuk mendorong investasi dan mendukung hilirisasi. Program ini mencakup optimalisasi insentif fiskal seperti tax holiday, integrasi sistem digital antar-kementerian, dan pengembangan kawasan investasi strategis.