Dugaan Kerja Paksa, Sarung Tangan Asal Malaysia Dilarang Masuk AS

Djairan
Aktivitas produksi sarung tangan Top Glove. (Foto: Bernama)

Juru Bicara Top Glove menyebut perwakilan perusahaan di AS akan berkoordinasi dengan CBP untuk memperoleh informasi lebih lanjut soal larangan itu. Pada bulan lalu, Top Glove telah mengambil tindakan untuk meningkatkan kondisi kerja di perusahaan.

Kinerja Top Glove cukup moncer selama pandemi Covid-19 karena memproduksi sarung tangan untuk kebutuhan medis. Pada kuartal I (Oktober-Desember 2020), pendapatan perusahaan naik 294 persen 

Sementara laba bersih pada kuartal yang sama naik 20 kali lipat menjadi 585 juta dolar AS. Perusahaan memprediksi nilai penjualan sarung tangan pada tahun ini akan tetap tumbuh sekitar 25 persen.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Motor
2 tahun lalu

Tips Memilih dan Merawat Sarung Tangan Berkendara Menurut Ahli Safety Riding

Bisnis
3 tahun lalu

Tembus Pasar AS, Ekspor Sarung Tangan Lokal Ini Catatkan Nilai Rp3,5 Miliar

Nasional
3 tahun lalu

Hakim Sebut Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J dengan Pakai Sarung Tangan

Internasional
5 tahun lalu

Lockdown Malaysia Sebabkan Suplai Sarung Tangan Karet Dunia Terhambat 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal