Di tahun ini pula, Jayamas menyediakan 50 juta keping alkohol swab sebagai dukungan penuh untuk Kementerian Kesehatan dalam menanggapi pandemi Covid- 19, disamping menerima sertifikat EC (European Conformity) untuk Alat Kesehatan Jaminan Kualitas Produksi dari TÜV Rheinland untuk jarum suntik sekali pakai dengan jarum dan jarum suntik sekali pakai tanpa jarum.
Pada 2021, Jayamas Medica Industri mengakuisisi 51 persen saham PT Inti Medicom Retailindo, lini bisnis ritel perseroan di toko ritel offline dan online serta mengakuisisi land bank di Mojoagung untuk Pabrik Mojoagung II dan Wonosalam serta menyelesaikan akumulasi lahan untuk land bank di Lamongan.
Melalui perjalanan panjang dalam mengembangkan sejumlah fasilitas tersebut, Jayamas Medica kini sudah memiliki sedikitnya 3.200 stock keeeping unit (SKU) aktif yang bertebaran di enam kategori (per 31 Maret 2022).
“Pada 2021, segmen yang berkontribusi paling besar pada pendapatan perseroan adalah kategori Medical Disposable and Consumables sebesar 64,6 persen, disusul Antiseptic and Dialysis (13,8 persen), Diagnostic and Equipment (13,6%), Biotechnology and Laboratory (4,2 persen), Hospital Furniture (2%), dan Walking Aids and Rehabilitation (1,8 persen),” kata pendiri sekaligus Presiden Komisaris JMI, Dr Jemmy Hartanto, Kamis (11/8/2022).
Kini 20 tahun JMI atau Onemed sudah beroperasi di Indonesia. Dokter Jemmy Hartanto berkomitmen untuk mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mendorong mengurangi impor alat kesehatan dan memproduksi di dalam negeri.