Dia kemudian beralih menjadi kontraktor pembuat kuburan. Saat semen dan beton habis, dia akhirnya memilih berdagang kopra.
Pengusaha selanjutnya adalah Sanawi. Bahkan, dia tidak lulus hingga kelas 6 SD, karena dia hanya sanggup menempuh pendidikan hingga kelas 1 SD. Dia kemudian bekerja sebagai buruh ternah tanpa kemampuan membaca dan menulis.
Kemudian, Sanawi memilih untuk merantau dan bekerja di Jakarta sebagai tukang cat. Namun tak kunjung membaik, akhirnya, Sanawi merantau lagi ke Samarinda dan bekerja sebagai buruh bangunan.
Demi mencukupi kebutuhan dia kemudian menjajakan es krim keliling. Melalui ini dia mulai mempelajari bisnis. Hal ini lah yang membuatnya memutuskan untuk memulai usaha es krim sendiri dengan nama Vanesa Ice Cream.
Kemudian dia mulai merambah membuka minimarket, menjual daging unggas, serta penyewaan kontainer. Bahkan kini dia menjadi pengusaha sukses dengan 700 karyawan dan omzet lebih dari Rp1,5 miliar hanya dari bisnis es krim.