Selain itu, akses terhadap air dan sanitasi masih sangat rendah dan kurang dari 5 persen penduduknya memiliki listrik. Presiden Evariste Ndayishimiye telah berupaya untuk meluncurkan kembali ekonomi dan memperbaiki hubungan diplomatik, dan pada tahun 2022 baik Amerika Serikat (AS) maupun Uni Eropa melanjutkan bantuan setelah mencabut sanksi keuangan.
Meski pertumbuhan meningkat, inflasi tahun ini diproyeksikan akan mencapai sekitar 22 persen.
Kaya akan emas, minyak, uranium, dan berlian, Republik Afrika Tengah adalah negara yang sangat kaya yang dihuni oleh orang-orang yang sangat miskin dan telah menjadi salah satu negara termiskin di dunia selama hampir satu dekade. PDB-PPP per kapita negara tersebut mencapai 1.123 dolar AS.
Untuk pertama kalinya sejak merdeka dari Prancis pada tahun 1960, pada tahun 2016 Republik Afrika Tengah telah memilih seorang presiden secara demokratis, yaitu mantan profesor matematika dan perdana menteri Faustin Archange Touadéra. Meski pemilihannya yang sukses telah dilihat sebagai langkah penting menuju rekonstruksi nasional, sebagian besar wilayah negara tersebut masih dikuasai oleh kelompok antipemerintah dan milisi.
Meskipun mengalami masalah dan kemunduran, dalam beberapa tahun terakhir pertumbuhan telah meningkat secara moderat, didorong oleh industri kayu, kebangkitan sektor pertanian, dan penjualan berlian yang sebagian dilanjutkan.