Pertumbuhan ekonomi yang lemah mungkin tidak layak untuk dikeluhkan, mengingat PDB Luksemburg mencapai angka 100.000 dolar AS per kapita pada 2014 dan tidak pernah mengalami kemunduran lagi sejak saat itu.
Singapura menjadi negara menarik bagi para miliarder dengan kekayaan yang besar. Negara kota yang merdeka pada 1965 ini berjuang dengan hampir tidak adanya sumber daya alam. Namun, Singapura bangkit melalui kerja keras dan kebijakan yang cerdas, sehingga menjadi salah satu negara paling ramah bisnis di dunia.
Saat ini, Singapura merupakan pusat perdagangan, manufaktur, dan keuangan yang berkembang pesat dan 98 persen populasi orang dewasa kini sudah melek huruf. Sayangnya, hal ini tidak membuat negara ini kebal dari kemerosotan ekonomi global yang disebabkan oleh pandemi.
Pada 2020, perekonomian menyusut sebesar 3,9 persen dan membawa negara ini ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade. Pada 2021, perekonomian Singapura bangkit kembali dengan pertumbuhan sebesar 8,8 persen, namun kemudian perlambatan di China, mitra dagang utamanya, menggagalkan pemulihan tersebut.
Permasalahan ekonomi China memberikan dampak yang sangat buruk pada sektor manufaktur Singapura, yang menyumbang 21,6 persen dari total PDB Singapura, yang mengalami kontraksi sebesar 6 persen pada kuartal I 2023.