China Habiskan Rp3.608 Triliun untuk Bantu Negara-negara Berkembang

Aditya Pratama
Penelitian terbaru menemukan bahwa China telah menghabiskan Rp3.608 triliun untuk menyelamatkan 22 negara berkembang pada tahun 2008-2021. (Foto: Reuters)

Argentina menerima paling banyak pinjaman dengan nilai 111,8 miliar dolar AS, diikuti Pakistan 48,5 miliar dolar AS, dan Mesir 15,6 miliar dolar AS. Sembilan negara lainnya menerima kurang dari 1 miliar dolar AS.

Sementara, jalur pertukaran People's Bank of China (PBOC) menyumbang 170 miliar dolar AS dari pembiayaan, termasuk di Suriname, Sri Lanka, dan Mesir. Pinjaman atau dukungan neraca pembayaran oleh bank dan perusahaan milik negara China mencapai 70 miliar dolar AS. Perputaran kedua jenis pinjaman tersebut sebesar 140 miliar dolar AS.

Pinjaman bailout, terutama yang terkonsentrasi di negara-negara berpenghasilan menengah yang merupakan empat perlima dari pinjamannya. Sedangkan negara-negara berpenghasilan rendah ditawarkan masa tenggang dan perpanjangan jatuh tempo, menurut laporan tersebut.

Saat ini, China tengah menegosiasikan restrukturisasi utang dengan negara-negara termasuk Zambia, Ghana, dan Sri Lanka, yang juga mendapat kritikan karena menunda proses tersebut. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Jimmy Lai, Taipan Media dan Aktivis Prodemokrasi Divonis 20 Tahun Penjara di Hong Kong

Internasional
4 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Nasional
5 hari lalu

Dukung Program Transmigrasi, AHY Genjot Infrastruktur Dasar

Nasional
5 hari lalu

Purbaya Sidak Perusahaan Baja China: Saya Buktikan Kita Tidak Bisa Disogok!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal