China Akan Batasi Ekspor Bahan Baku Baterai Kendaraan Listrik, Ini Alasannya

Aditya Pratama
China mengumumkan rencana pembatasan ekspor grafit, mineral penting dalam pembuatan baterai kendaraan listrik. (Foto: Reuters)

“Saat ini China dan negara-negara Barat sedang saling bertikai, hal ini menunjukkan betapa seringnya tindakan proteksionis meluas. Hukum ketiga Newton yang menyatakan bahwa setiap tindakan menimbulkan reaksi juga berlaku di sini,” ucap Kepala Penelitian Kebijakan Pajak dan Perdagangan di Universitas St Gallen Swiss Stefan Legge dikutip, Sabtu (21/10/2023).

“Pada saat yang sama, kedua belah pihak yang berselisih juga menyadari betapa besar dampaknya jika geopolitik mengalahkan ekonomi,” tuturnya.

Menurut Survei Geologi AS, pasar grafit yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik telah tumbuh 250 persen secara global sejak tahun 2018. China merupakan produsen grafit terkemuka di dunia pada tahun lalu dengan menyumbang sekitar 65 persen produksi global. 

Selain kendaraan listrik, grafit umumnya digunakan dalam industri semikonduktor, dirgantara, kimia, dan baja.

Adapun, pembatasan ekspor diumumkan saat China menghadapi tekanan dari berbagai negara mengenai praktik komersial dan perdagangannya. Selama lebih dari setahun, negara ini terlibat dalam perang teknologi dengan AS dan sekutunya di Eropa dan Asia mengenai akses terhadap chip canggih dan peralatan pembuatan chip.

Pada bulan Juli, Beijing memberlakukan pembatasan ekspor galium dan germanium, dua mineral penting untuk pembuatan semikonduktor. Satu bulan kemudian, pengiriman material ke luar negeri turun menjadi nol.

China mempunyai pengaruh besar dalam rantai pasokan mineral penting di seluruh dunia yang dibutuhkan untuk membuat baterai kendaraan listrik. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Horor! 900 Ular Lepas dari Peternakan akibat Banjir di China, Gigit Warga

57 tahun lalu

Keren! China Bikin Satelit Tangani Gempa hingga Banjir

57 tahun lalu

Rencana Ekspor Listrik ke Singapura Belum Jalan, Bahlil: Kita Ingin Ada Win-Win

57 tahun lalu

China Uji Coba Rudal di Samudra Pasifik usai Australia-Fiji Teken Kerja Sama Pertahanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal