Chevron Rugi Rp121 Triliun, Terbesar dalam 30 Tahun

Djairan
Perusahaan energi AS, Chevron Corp melaporkan kerugian 8,27 miliar dolar AS, setara Rp121 triliun pada kuartal II-2020.. (Foto: ilustrasi/AFP)

SAN RAMON, iNews.id - Perusahaan energi AS, Chevron Corp melaporkan kerugian 8,27 miliar dolar AS, setara Rp121 triliun pada kuartal II-2020. Kerugian itu disebabkan oleh penurunan harga minyak mentah.

Dikutip dari Reuters, Sabtu (1/8/2020), kerugian tersebut merupakan yang terbesar dalam tiga dekade terakhir yang dialami perusahaan yang berbasis di San Ramon itu.

Anjloknya harga minyak dunia membuat nilai aset migas Chevron menguap 5,6 miliar dolar AS. Penurunan nilai aset tersebut juga terjadi pada kompetitor seperti Total, Royal Dutch Shell, Eni, dan BP.

Selain itu, penghapusbukuan aset yang tinggi tersebut mengindikasikan rendahnya permintaan minyak akibat pandemi Covid-19. Resesi yang terjadi di AS diperkirakan menekan harga minyak dalam beberapa tahun ke depan.

"Perlu waktu bertahun-tahun untuk pulih dan harga produk kami sangat terkait dengan aktivitas ekonomi," kata Chief Financial Officer, Pierre Breber.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Minyak Dunia Bergejolak, Harga Oli Terancam Naik Berkali-kali Lipat

57 tahun lalu

Harga Pelumas Kendaraan di Indonesia Naik, Imbas Geopolitik dan Rupiah Melemah

57 tahun lalu

Situasi Geopolitik di Timur Tengah Tak Menentu, Harga Pelumas di Indonesia Naik

57 tahun lalu

Harga Gula dan Minyak Goreng Merangkak Naik di Awal Pekan, Ini Rinciannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal