CEO Grab: Omzet Transportasi Online Turun Dua Digit

Rahmat Fiansyah
CEO & Co-founder Grab, Anthony Tan. (Foto: Ist)

"Kalau kita lihat ke depan, saya rasa transportasi tetap menjadi pasar yang penting, sehingga kami memilih mengantisipasi tingginya permintaan setelah lockdown," ucapnya.

Grab saat ini beroperasi di 339 kota yang tersebar di delapan negara, terutama Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Semua negara tempat Grab beroperasi memberlakukan social distancing, sehingga membuat permintaan akan transportasi anjlok.

Tan mengatakan, kondisi itu memengaruhi penghasilan mitra pengemudi Grab. Oleh sebab itu, perusahaan telah menginvestasikan hampir 40 juta dolar AS untuk membantu mitra Grab, termasuk yang terpapar virus korona.

"Diharapkan mereka bisa fokus memulihkan diri dan tidak terlalu memikirkan mereka makan apa," ujar Tan.

Lulusan Harvard Business School tersebut optimistis Grab mampu melewati resesi akibat Covid-19. Pasalnya, likuiditas perusahaan cukup memadai.

"Karena sangat mengandalkan investor, kami beruntung saat ini memiliki likuiditas yang bisa membuat kami melewati, apakah itu resesi 12 bulan atau 36 bulan," tuturnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Internet
10 hari lalu

Kembangkan Kecerdasan Buatan, Grab Operasikan Lebih 1.000 Model AI dan Machine Learning

Motor
23 hari lalu

Grab Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Pengemudi, Ini Tanggapan Pemerintah

Mobil
28 hari lalu

Grab dan GAC Siapkan 20.000 Armada Kendaraan Listrik di Asia Tenggara

Kuliner
2 bulan lalu

Makanan dan Minuman Paling Banyak Dipesan Online di Indonesia 2025, Ini Terfavorit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal