"Cadangan mata uang asing Nepal adalah dua kali lipat dari yang dianggap minimal nyaman dan utang pemerintah tidak terlalu tinggi. Tentu saja pada akhirnya akan mundur jika defisit transaksi berjalan tidak menyempit. Tapi krisis tampaknya tidak segera terjadi," kata Holmes.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Janardan Sharma mengatakan, utang Nepal lebih rendah dari negara-negara lain di kawasan itu, salah satunya Sri Lanka. Negara kepulauan itu menghadapi krisis ekonomi paling serius sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948.
"Saya terkejut mengapa orang membandingkan dengan Sri Lanka," kata dia.