Kuota BBM Bersubsidi Diprediksi Habis Sebelum Waktunya, Politikus Perindo: Banyak Disedot Orang Kaya

Iqbal Dwi Purnama
Politisi Perindo, Yusuf Lakaseng, dalam diskusi Polemik MNC Trijaya, Sabtu (6/8/2022). (Foto: tangkapan layar)

"Ada masyarakat mobilnya mewah, memang mereka membeli BBM non subsidi, seperti Pertamax turbo, tapi itu nanti dicampur juga dengan membeli BBM bersubsidi," kata Yusuf.

Jika hal yang demikian terus terjadi, maka ancaman yang datang adalah kelangkaan BBM bersubsidi. Lemahnya pengaturan tersebut yang menurut Yusuf bakal menguras cadangan BBM subsidi, yang seharusnya bisa didapatkan oleh masyarakat yang berpenghasilan rendah. 

"Pertamina harus mengataasi kebocoran seperti ini, karena menurut saya kelangkaan itu tidak bisa tejadi, itu dampaknya bukan hanya ekonomi, tapi sosial maupun politik," ungkap Yusuf.

Menurut dia, penyaluran BBM bersubsidi menggunakan myPertamina ini kurang efektif, karena masih banyak celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang seharusnya tidak mendapatkan BBM bersubsidi memanfaatkannya. Namun perlu mengembalikan BBM ke harga psikologisnya.

"Tahun depan pemerintah sudah harus memulai mempersiapkan psikologis masyarakat, bila perlu pertalite dihapus, karena daripada kepahitannya berulang," tutur Yusuf.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
7 hari lalu

Prabowo Beri Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30-200 GT Rp15.000 per Liter

24 hari lalu

ESDM Akui Harga Pertamax Naik Bikin Banyak Konsumen Beralih ke Pertalite, Jamin Stok Aman

1 bulan lalu

Pemerintah Tak Naikkan Harga BBM Subsidi, Gerindra: Keputusan Berani Berpihak ke Rakyat

1 bulan lalu

Hoaks! Jubir Kementerian ESDM Bantah Isu Masyarakat Diminta Pakai Solar saat Harga Pertamax Naik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal