Ciri khas Hijasmita terletak pada motif yang mengangkat ornamen lokal, khususnya dari Jakarta, seperti gigi balang, langkan, padi, dan flora Nusantara yang diterjemahkan dalam desain modern. Karya-karyanya telah tampil di berbagai pameran, masuk ke department store, menjalin kemitraan hingga Bali, serta menembus pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.
Perjalanan Hijasmita memasuki babak baru saat Mita bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator BRI pada 2023. Melalui program tersebut, ia memperoleh pendampingan intensif yang membantu arah pengembangan usahanya menjadi lebih terstruktur dan strategis.
Mita merasakan materi BRIncubator sangat aplikatif karena tidak hanya bersifat teoritis, tetapi langsung membahas tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Ia mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran, branding, digitalisasi, serta pengelolaan keuangan yang dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari.
“Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari,” kata Mita.
Dari proses evaluasi selama program, Mita menyadari pentingnya fokus dalam pengembangan produk dan penentuan target pasar. Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah memaksimalkan produk outer, yang ternyata memiliki pasar lebih luas dibandingkan hijab, tanpa meninggalkan identitas budaya yang menjadi karakter utama Hijasmita.