Tak hanya itu, pengurus kebun juga mendapatkan pelatihan terkait budidaya tanaman. "Dulu ada soal bercocok tanam dari BRI. Misalnya cara nanam, cara memelihara tanaman yang benar," katanya.
Meski hasil panen sayuran dan ikan lele kini dapat dijual untuk membantu operasional kebun, Sukarni menilai manfaat terbesar yang dirasakan warga bukanlah soal ekonomi. Menurut dia, Taman Urban Farming Dahlia justru menjadi ruang yang mempererat hubungan antarwarga.
"Kalau dibilang dari mulai kita awal enggak punya apa-apa, dampak positifnya pasti adalah. Saya bilang tadi (warga) guyub nih, rukun, bisa kumpul di sini. Yang tadinya jarang ketemu kan bisa jadi kumpul di sini. Silaturahmi itu yang kita jaga," tutur Sukarni.
Kebersamaan itu terasa saat masa panen tiba. Warga saling membantu, mulai dari memanen hingga mengolah hasil kebun.
"Kalau kita panen lele aja bapak-bapak yang ambilin, bantuin nyuci. Bareng-bareng. Jadi itu satu momen yang belum tentu semua orang bisa ngerasain," kata Sukarni.