"Kebanyakan di sini kita terima setoran dari AgenBRILink. Karena mitra kita yang membantu kita sewaktu-waktu enggak ke pulau, jadi kebanyakan nasabah kita setor tariknya di AgenBRILink," ujarnya.
Tingginya aktivitas transaksi membuat kas yang dibawa kapal menuju daratan setiap pekan dapat mencapai miliaran rupiah.
"Rata-rata kita dari Senin sampai Jumat kas kita itu paling besar Rp2 miliar. Paling kecilnya di bawah Rp1 miliar," kata Algi.
Antusiasme warga terhadap layanan terapung ini pun tidak pernah surut. Bahkan sebelum kapal merapat ke dermaga, antrean nasabah biasanya sudah mulai terbentuk.
Meski memiliki jam operasional yang sama seperti kantor layanan di darat, petugas tetap memastikan seluruh warga yang sudah mengantre mendapatkan pelayanan.