Menurut Mahdiah, bantuan yang diberikan bukan berupa pinjaman usaha yang harus dikembalikan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dia menerima bantuan modal yang langsung dimanfaatkan untuk membeli perlengkapan produksi.
"Enggak, kita dikasih modal cuma-cuma. Dipakai buat beli perabotan, beli bahan-bahan," ujarnya.
Total bantuan yang diterima Mahdiah dan kelompoknya mencapai lebih dari Rp40 juta. Dana tersebut dibagi kepada seluruh anggota sehingga masing-masing memperoleh sekitar Rp4 juta untuk membeli kompor, wajan, hingga bahan baku.
Selain modal usaha, kelompok juga memperoleh bantuan gerobak sebagai sarana berjualan sehingga produk olahan rumput laut lebih mudah dipasarkan kepada masyarakat.
"Iya, uang waktu itu untuk 10 orang Rp40 juta lebih, bantuan modal berbentuk uang. Kita belanjakan buat bahan baku. Jadi satu orang Rp4 juta lebih, buat beli kompor, wajan, bahan-bahan untuk bikin dodol," katanya.