Dari gagasan itu, Bank Jago berhasil membangun kolaborasi mendalam dengan sejumlah aplikasi seperti platform reksadana online Bibit.ID, platform investasi Stockbit dan ekosistem PT GoTo Gojek Tokopedia. Di era kepemimpinannya, integrasi aplikasi Jago, Gojek dan Gopay terwujud dan membawa bank digital ke level baru yang lebih tinggi.
Di penghujung periode kepemimpinan Kharim, jumlah nasabah Bank Jago mencapai 7,8 juta, termasuk lebih dari 6,1 juta nasabah funding melalui Aplikasi per April 2023. Dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 9,28 triliun dengan total penyaluran kredit serta pembiayaan syariah menembus Rp10,84 triliun. Selain menjalin kemitraan strategis dengan Bibit, Stockbit dan GOTO, Bank Jago juga telah berkolaborasi dengan 30 mitra dari berbagai ekosistem.
Dalam acara halal bi halal dengan sejumlah redaktur media, Kharim tidak banyak bercerita rencana selanjutnya setelah melepas tampuk kepemimpinan di Bank Jago. Ia hanya bilang ingin fokus mengembangkan teknologi yang bisa diadopsi dan diimplementasikan di berbagai perusahaan industri jasa keuangan, terutama di level regional (Asia).
“Perkembangan teknologi yang pesat menghadirkan peluang tersendiri bagi para pelaku teknologi, termasuk saya yang memiliki kemampuan dan minat khusus di bidang ini. Dengan melihat perkembangan tersebut, saya memiliki aspirasi baru untuk fokus dalam bidang teknologi. Tunggu tanggal mainnya” kata Kharim Siregar dalam acara halal bihalal sekaligus pamitan dengan sejumlah awak media, Rabu (3/5/2023).