Bank Dunia Gandeng WHO Bentuk FIF untuk Pencegahan dan Respons Pandemi

Jeanny Aipassa
Bank Dunia menyetujui pembentukan financial intermediary fund (FIF) untuk membiayai pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi. (Foto: Reuters)

Menurut dia, Bank Dunia adalah penyedia pembiayaan terbesar untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon terhadap pandemi dengan operasi aktif di lebih dari 100 negara berkembang untuk memperkuat sistem kesehatan mereka. 

FIF akan menyediakan dana tambahan jangka panjang untuk melengkapi pekerjaan lembaga yang ada dalam mendukung negara dan kawasan berpenghaslan rendah dan menengah untuk bersiap menghadapi pandemi berikutnya.

Direktur Jenderal WHO Dr, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan akses ke pembiayaan untuk pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi sangat penting. Covid-19 telah mengekspos kesenjangan besar dalam kapasitas kesiapsiagaan, yang dapat ditangani oleh Dana Perantara Keuangan secara koheren, sebagai bagian dari arsitektur global untuk kesiapsiagaan dan respons darurat kesehatan. 

“WHO akan memainkan peran sentral dalam FIF, memberikan kepemimpinan teknis untuk pekerjaannya dalam kerjasama erat dengan Bank Dunia untuk mewujudkan visi ambisius ini,” ujar Ghebreyesus.

Dia menjelaskan, tujuan FIF adalah menyediakan pembiayaan untuk mengatasi kesenjangan kritis dalam PPR pandemi untuk memperkuat kapasitas negara di berbagai bidang seperti pengawasan penyakit, sistem laboratorium, tenaga kerja kesehatan, komunikasi dan manajemen darurat, dan keterlibatan masyarakat. 

Hal ini juga dapat membantu mengatasi kesenjangan dalam memperkuat kapasitas regional dan global, misalnya, dengan mendukung berbagi data, harmonisasi peraturan, dan kapasitas untuk pengembangan terkoordinasi, pengadaan, distribusi dan penyebaran tindakan pencegahan dan pasokan medis penting.

"Dalam beberapa minggu mendatang, Bank Dunia dan WHO akan bekerja sama dengan para donor dan mitra lainnya untuk mengembangkan cakupan dan desain FIF yang terperinci," ungkap Ghebreyesus. 

Nantinya, Bank Dunia akan bertindak sebagai Wali Amanat FIF dan menjadi tuan rumah Sekretariat, yang akan dikelola oleh Bank dan WHO. Dengan memanfaatkan keahlian teknisnya, WHO juga akan memimpin dalam mendukung dan mengoordinasikan pekerjaan panel penasihat teknis FIF. 

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Health
23 hari lalu

Kaget! Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kasus Kusta Terbanyak di Dunia

Nasional
31 hari lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Nasional
2 bulan lalu

Purbaya soal Bank Dunia Wanti-Wanti Defisit RI hingga 2027: Suka-Suka Dia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal