Situasi tersebut, lanjut Gita, diperparah dengan adanya invasi produk impor TPT asal China, baik secara legal maupun ilegal, menggempur pasar lokal di Indonesia.
"Kondisi diperparah dengan serangan impor murah dari china baik yang legal maupun ilegal ke pasar domestik karena china overstock akibat kondisi global," ucapnya.
Dia mengatakan pertumbuhan industri TPT tersebut hanya bertahan di angka -2 persen sepanjang tahun 2023.
"Banjirnya impor ini mengakibatkan pasar domestik dipenuhi barang impor murah sehingga produk dalam negeri tidak bisa bersaing dan mengakibatkan turunnya produksi hingga utilisasi hanya sekitar 45 persen, imbasnya kemudian adalah PHK," kata dia.
Dia pun mengatakan situasi industri TPT lokal yang terjadi saat ini adalah penutupan pabrik hingga berujung bisnis terpaksa gulung tikar.