AS-China Saling Curiga soal Bantuan Vaksin Covid-19 ke Negara Lain

Suparjo Ramalan
AS dan China saling curiga soal motif kedua negara membagi-bagikan vaksin Covid-19. (Foto: Reuters)

AS sebelumnya mengumumkan rencana menyumbangkan 80 juta dosis vaksin ke berbagai negara pada akhir Juni 2021. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 juta dosis jenis AstraZeneca dan 20 juta sisanya dari vaksin yang disetujui otoritas AS.

Vaksin AstraZeneca hingga kini belum mendapat persetujuan di AS, namun Paman Sam telah menyediakan 4,5 juta dosis vaksin tersebut kepada Kanada dan Meksiko.

Juru Bicara Gedung Putih menyatakan, AS tidak akan menggunakan vaksin untuk mengamankan kepentingan luar negerinya. Sementara Joe Biden sempat menyinggung soal peran Rusia dan China yang aktif memberikan bantuan vaksin.

"Saat ini banyak pembicaraan soal Rusia dan China yang tengah memengaruhi dunia dengan vaksin. Kami ingin memimpin dunia dengan nilai-nilai kami," kata Biden.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
13 jam lalu

Influencer Andrew-Tristan Tate Ditangkap di AS terkait Dugaan Pemerkosaan dan Prostitusi

14 jam lalu

Brutal! Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Tewaskan 2 Tentara AS, 1 Personel Hilang

18 jam lalu

Perang AS-Iran Makin Membara, AS Desak Warganya Tak Kunjungi Timur Tengah

1 hari lalu

Trump Tuduh Rusia Ikut Campur Pilpres AS 2020, Kremlin: Tak Berdasar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal