JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) mencatat perkembangan ekonomi digital semakin pesat di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, kontribusi ekonomi digital terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) RI menembus 44 miliar dolar Amerika Serikat (AS), pada 2020.
Menurut dia, kontribusi tersebut sejalan dengan proyeksi McKinsey Global Institute (MGI) bahwa ekonomi digital menyumbang hingga 150 miliar dolar AS bagi PDB RI, pada 2025.
Airlangga menjelaskan, pandemi Covid-19 memang mengubah perilaku konsumen dan peta kompetisi bisnis para pelaku usaha. Hal itu, telihat dari terjadi shifting pola konsumsi barang dan jasa dari luring (offline) ke daring (online) dengan trafik yang meningkat sekitar 15 persen-20 persen.
Dari sisi pelaku usaha, sebanyak 37 persen konsumen baru memanfaatkan ekonomi digital pascapandemi. Selain itu, 45 persen pelaku usaha juga aktif melakukan penjualan melalui e-commerce selama pandemi.
“UMKM digital merupakan kunci pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah berkomitmen mendorong digitalisasi UMKM tradisional atau luring dan memberikan kemudahan bagi UMKM yang sudah terdigitalisasi,” ungkap Airlangga, dalam webinar bertema “Percepatan Digital Ekonomi dan Keuangan Indonesia di Masa Pandemi” yang diadakan BeritaSatu Media Holdings, di Jakarta, Rabu (28/4/2021).